Seolah Ada Pembiaran Masuknya Narkoba di Perbatasan

Subhan Nur
Subhan Nur

Netizen.media – Setiap kasus peredaran dan penyalahgunaan Narkoba yang berhasil terungkap di Provinsi Kalbar, kerapkali disebutkan kalau barang haram itu dipasok melalui perbatasan negara.

“Kita melihatnya seolah ada pembiaran,” kata Subhan Nur, Ketua Komisi I DPRD Kalbar, saat dihubungi Netizen.media, Senin (06/05/2019).

Untuk pengawasan di perbatasan dari sisi Indonesia, memang lumayan baik. Buktinya banyak pemasok Narkoba yang berhasil dibekuk, termasuk barang buktinya yang dalam jumlah besar.

Namun dari sisi perbatasan Malaysia tidak seperti yang diharapkan. Kalaulah pengawasan di jiran itu ketat, tentunya Narkoba itu tidak bakal sampai ke Ibukota Provinsi Kalbar dalam jumlah besar. “Nampaknya sangat mudah barang ini lolos dari Malaysia,” sesal Subhan.

Persoalan ini, menurut Subhan, mestinya menjadi perhatian kedua negara untuk bekerjasama secara intens memperketat pengawasan di masing-masing wilayah. “Kalau sudah ketat, mustahil bisa masuk dari Malaysia,” tegasnya.

Lantaran pengawasan perbatasan negara kurang ketat, kata Legislator Kalbar Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Sambas ini, menjadikan Kalbar ini sebagai sasaran empuk peredaran Narkoba.

Pengawasan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), menurut Subhan, sudah cukup baik. “Namun yang menjadi persoalan adalah jalur tidak resmi. Karena di kawasan perbatasan itu sangat banyak sekali jalur tikus,” katanya.

Subhan berharap instansi di kedua negara meningkatkan koordinasinya untuk mengantisipasi penyelundupan Narkoba melalui jalur tikus di perbatasan. “Ini penting dilakukan keduanya,” tutupnya.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...