Caleg di Kubu Raya Suap Ketua PPK dan Panwascam

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir. NETIZEN.media
Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir. Netizen.media

Netizen.media – Seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg) di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, berinisial SL diduga menyuap Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam). Mereka disebut menerima uang segar sebanyak Rp 100 juta.

Dikonfirmasi wartawan, Kepala Kepolisian Resor Kota Pontianak, Komisaris Besar Anwar Nasir mengungkapkan, dugaan penyuapan itu terjadi pada 25 dan 26 April 2019. Uang sekebat itu diserahkan oknum Caleg di Hotel Gardenia, Jalan Arteri Supadio.

“Pertama Rp 50 juta. Hari berikutnya Rp 50 juta. Uang ini sudah diterima Ketua PPK dan Panwascam,” kata Kombes Anwar Nasir kepada wartawan, Senin (06/05/2019) malam.

Ketua PPK berinisial MM dan Panwascam berinisial BS. Hari ini, Selasa (07/05/2019) Oknum Caleg, Ketua PPK dan Panwascam dipanggil dan diperiksa di Polresta Pontianak.

“Kami sangat sayangkan hal ini terjadi. Namun yang terpenting, dari kasus suap menyuap ini, tidak mempengaruhi sistem perhitungan suara di KKR khususnya di Kecamatan Sungai Raya,” kata Anwar Nasir.

SL menyuap Ketua PPK dan Panwascam supaya mendapat tambahan suara. Sebab, suara yang didapat SL pada Pemilu lalu tidak mencukupi untuk menjadi Legislator DPRD Kubu Raya.

“Kurang 18 suara. Namun kecurangan yang hendak dilakukan tidak bisa terjadi. Karena celahnya tidak ada,” jelas Anwar Nasir.

Ketua PPK Sungai Raya dan Panwascam dijanjikan SL menerima bonus berupa uang segar dengan nominal yang sama. Yakni Rp 100 juta apabila dapat menggelembungkan suara.

Saat ini, ketiga pelaku tersebut dalam penyelidikan dan penyidikan polisi. Mereka diperiksa untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Suap menyuap ini sudah terjadi. Tapi tidak ada celah untuk berbuat curang. Barang bukti sudah kita amankan,” beber Kombes Anwar.

Sedari awal, polisi sudah mengantongi informasi suap menyuap tersebut. Setelah dilakukan penelusuran mendalam, akhirnya permainan Caleg dan Ketua PPK beserta Panwascam terbongkar.

SL juga mengaku telah menyerahkan uang sebanyak Rp 100 juta. “Ketua PPK dan Panwascam tidak dapat mengelak dan juga sudah mengakui menerima dana,” ungkap Kombes Anwar.

Kasus ini ditangani Polresta Pontianak. Para pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan pasal tentang Gratifikasi.

“Awalnya sempat kita bahas di Gakumdu, kemudian dari Gakumdu menyerahkan pada kita. Kami akan proses menggunakan UU Tipikor,” tegas Kombes Anwar.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...