2 Pemerkosa Cucu Tak Ditangkap, Kakek Ini Makin Cemas

predator anak
Ilustrasi-net

Netizen.media – Seorang kakek berinisial SM yang berdomisili di Kecamatan Pontianak Barat, sudah lima kali bolak balik ke Kantor Polisi; empat kali ke Mapolresta Pontianak dan satu kali ke Mapolda Kalbar. Hanya ingin mempertanyakan perkembangan kasus cucunya.

“Sudah dua bulan dilaporkan, tetapi pelakunya belum ditangkap,” kata SM kepada sejumlah wartawan, di Jalan Kom Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, Kamis (09/05/2019) malam.

Sudah pasti SM resah, lantaran dua pria dewasa yang memperkosa cucunya yang Kelas I SD itu, masih bebas berkeliaran. “Padahal berdasarkan keterangan cucu saya itu, sudah jelas siapa pelakunya,” kesalnya.

SM menceritakan, nasib tragis yang menimpa cucunya itu pada 2018. “Ketahuannya pada Februari 2019 dan langsung kita laporkan ke polisi,” katanya.

Dalam laporan itu disebutkan kalau cucunya telah menyebutkan identitas dua pria dewasa yang memperkosanya berulang-ulangkali. “Cucu saya juga mendapat ancaman dari kedua pelaku,” ujar SM.

Laporan sudah jelas, visum juga telah dibuat, tetapi sudah dua bulan kasus perkosaan terhadap anak bawah umur ini belum ada kejelasan. Makanya SM sampai bolak balik mempertanyakannya ke Kantor Polisi.

SM mengaku tidak memahami betul bagaimana kinerja polisi menangani kasus seperti ini. “Sepengetahuan saya, kalau kasus seperti ini cepat terungkap. Apalagi identitas pelakunya sudah jelas,” katanya.

Awalnya SM percaya sepenuhnya dengan kepolisian dalam penindakan terhadap kasus perkosaan ini. Namun kini kepercayaannya itu mulai berkurang. “Sudah dua bulan. Katanya sedang diproses. Janji terakhirnya itu sebelum puasa sudah terungkap,” bebernya.

Dia tidak mengetahui harus bagaimana lagi mencari keadilan atas apa yang dialami cucunya, dan membuat syock sekeluarga besarnya itu. “Siapa yang mau dipercaya lagi,” lirih SM.

Kasus perkosaan anak bawah umur ini juga telah dilaporkannya ke Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar. Berharap korban mendapat pendampingan dan pengacara dari lembaga tersebut.

Berita Terkait

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.