Muhammadiyah Ajak Bawaslu Bentuk Tim Mitigasi Kesehatan

Duka Pemilu
Ilustrasi-net

Netizen.media – Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) serta Majelis Kesehatan Umat PP Muhammadiyah mengajak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI untuk membentuk Tim Mitigasi Kesehatan.

“Untuk melakukan mitigasi kesehatan petugas KPPS Pemilu 2019,” kata Trisno Raharjo, Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhamadiyah seperti tertulis dalam suratnya kepada Bawaslu RI, Kamis (09/05/2019).

Ajakan kerjasama ini disampaikannya setelah Muhammadiyah mendapat informasi tentang semakin banyaknya petugas yang meninggal dalam proses Pemilu Serentak 2019.

Sejak pencoblosan 17 April 2019 lalu hingga proses rekapitulasi saat ini, 554 petugas KPPS, Panwas dan Polisi yang meninggal. Sedangkan yang sakit mencapai 3.778 orang se-Indonesia.

Penyebab utamanya, baik yang meninggal maupun sakit, diduga karena faktor kelelahan selama menjalankan tugasnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Namun hal tersebut membuat berbagai kalangan ragu.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan bangsa dan mengingat jumlah korban meninggal cukup besar, Muhammadiyah pun hendak membentuk tim untuk menyelidiki penyebabnya, menggunakan metode ilmiah, berbasis data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk membentuk Tim Mitigasi Kesehatan Petugas KPPS ini, Majelis Hukum dan HAM serta Majelis Kesehatan Umat PP Muhammadiyah melibatkan 103 Rumah Sakit PKU Muhammadiyah dan 13 Fakultas Kedokteran Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia.

Kemudian mengajukan permohonan ke Bawaslu RI untuk bersama-sama dalam Tim Mitigasi Kesehatan. “Hasilnya sebagai bahan evaluasi dan mencegah supaya kejadian serupa tidak terulang pada Pemilu berikutnya,” kata Trisno.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...