Ini Pesan untuk Caleg Petahana yang Gagal

Umi Rifdiyawaty
Umi Rifdiyawaty

Netizen.media – Wajah baru yang mendominasi DPRD Provinsi Kalbar periode 2019-2024 adalah suatu keniscayaan. Karena Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 merupakan mekanisme legal bagi rakyat, apakah memilih yang sedang menjabat (petahana) atau tawaran baru dari setiap Partai Politik (Parpol).

“Dalam Pemilu yang demokratis, semua calon mempunyai peluang yang sama, tidak ada perbedaan antara yang masih menjabat dengan yang tidak. Semuanya berusaha merebut hati rakyat agar mau memilih mereka,” kata Umi Rifdiyawati, Presedium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalbar, saat dihubungi via WhatsApp, Selasa (21/05/2019).

Selain itu juga ada faktor lain, di antaranya beberapa Anggota DPRD Provinsi eksisting juga mencalonkan diri pada lembaga pemilihan lain, misalnya ada yang mencalonkan diri sebagai calon DPD dan calon DPR-RI.

Terkait para Anggota DPRD yang tidak terpilih, kata Umi, idealnya hal itu tidak memengaruhi kinerjanya, karena masa jabatannya berakhir dengan dilantiknya yang baru.

Anggota DPRD Provinsi Kalbar yang sekarang masih melekat hak dan kewajibannya sebagai wakil rakyat, kata Umi, hendaknya menuntaskan masa jabatannya dengan penuh tanggung jawab.

“Tentu para Caleg, termasuk Anggota DPRD yang masih menjabat harus paham dan sadar bahwa terpilih dan tidak terpilih kembali adalah sebuah konsekuensi logis dalam Pemilu,” ujar Umi.

Menurutnya, hasil Pemilu tidak bisa diprediksi bahwa petahana pasti terpilih kembali. Karena melalui Pemilu, rakyat menggunakan daulatnya dalam menilai wakil rakyat yang sudah diberikan mandat untuk periode lalu, akan ada reward dan punishment.

“Jika dianggap baik akan dipilih kembali. Demikian juga sebaliknya, rakyat punya kuasa untuk tidak memilih kembali jika dianggap selama menjabat performa kinerjanya kurang baik,” tutup Umi.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...