Lubang Hidung Kiri dan Kanan Saja Beda, Apalagi yang Lain

Bupati Sanggau, Paolus Hadi menyampaikan sambutan dalam Peringatan Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Yaqin di Kampung Sentana, Kelurahan Tanjung Sekayam, Rabu (22/02/2019). 
Bupati Sanggau, Paolus Hadi menyampaikan sambutan dalam Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Nurul Yaqin di Kampung Sentana, Kelurahan Tanjung Sekayam, Rabu (22/02/2019).

Netizen.media – Jangan takut dengan perbedaan, karena setiap manusia itu memang berbeda antara satu sama lain. Bahkan antaranggota tubuh masing-masing saja berbeda.

“Telinga kanan dengan kiri beda, lubang hidung juga beda, apalagi wajah kita, semuanya berbeda,” kata Paolus Hadi, Bupati Sanggau, ketika memberian sambutan dalam Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Nurul Yaqin Kompleks Kampung Sentana, Kelurahan Tanjung Sekayam, Rabu (22/05/2019).

PH–sapaan Paolus Hadi–menyampaikan hal tersebut lantaran setakat ini persaudaraan antarsesama anak banhsa sudah mulai tergerus hanya karena perbedaan pilihan.

“Soal perbedaan politik itu biasalah. Jangan pula dibawa sampai tidak ada habis-habisnya. Beda itu biasalah. Itulah kodrat kita, berbeda,” tegas PH.

Ia mengajak masyarakat Kabupaten Sanggau untuk mengingat kembali bagaimana persaudaraan dan kerukunan dalam perbedaan yang telah dicontohkan para orangtua terdahulu.

“Dulu itu ada namanya Dompu. Dompu itu selalu ada, mau dia Dayak atau Melayu, Tionghoa. Nah ini nambah lagi, ada Jawa dan suku bangsa yang lain,” ungkap PH.

Dompu ini, jelas PH, merupakan kisah persaudaraan dan persahabatan dari orang-orang yang berbeda suku dan agama di Kabupaten Sanggau. Mereka tetap hidup rukun dan damai.

“Seperti bapak sayalah yang tidak pandai mencari ikan, tetapi ada Dompu tinggal di Beringin yang pandai mencari ikan. Dia datang ke rumah (bapak saya),” cerita PH.

Ini hanya contoh kecil, kata PH, masih banyak lagi kisah persahabatan yang sudah dijalani para orangtua. “Mestinya kisah itu kita teladani hari ini,” ucapnya.

Dalam peringatan Nuzulul Qur’an yang mengusung tema “Kebersamaan dalam Perspektif Alquran” ini PH mengajak seluruh masyarakat tetap konsisten menjaga Sanggau.

“Karena Sanggau ini rumah kita bersama, yang di dalamnya ada bermacam-macam Suku, Agama, ras dan lain sebagainya,” jelas PH.

Senada disampaikan Ketua Pengurus Masjid Nurul Yaqin, Ambari. Ia berharap, tema Peringatan Nuzulul Qur’an kali ini dapat menyadarkan masyarakat untuk tetap menghargai perbedaan. “Ini akan membuat kita selalu bersatu dalam perbedaan,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Sanggau, Ahmad Saukani mengungkapkan, peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini diadakan di dalam Kota. Sebelumnya di Masjid setiap kecamatan.

“Jadi, kita laksanakan secara bergiliran, tidak hanya di kota, pembinaan umat ini kita lakukan di desa dan kecamatan-kecamatan,” tutur Saukani.

Pada kesempatan ini, Saukani juga menjelaskan beberapa program PHBI Kabupaten Sanggau. Di antaranya Pawai Obor menyambut Ramadan 1440 Hijriyah, Peringatan Nuzulul Qur’an, Pawai Keriang Bandong menyambut Idulfitri dan Salat id 1 Syawal 1440 H di halaman Kantor Bupati Sanggau.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sanggau, HM Taufik mengatakan, instansinya senantiasa menggaungkan konsep moderasi beragama.

Moderasi itu berarti moderat, lawan dari ekstrem, merupakan ikhtiar bersama mengenai cara penduduk Indonesia beragama.

“Moderat berarti tidak radikal dan tidak liberal, tidak ekstrem ke kanan maupun ekstrem ke kiri. Itulah cara Indonesia beragama,” jelas Taufik.

Dia berharap tidak ada lagi paham apalagi pengamanan agama yang ekstrem atau berlebihan di Republik Indonesia ini.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...