Penghuni Serdam Raya Residence Bolak Balik Besadu ke BTN

PT Teja Kusuma Jaya Disomasi

Spesifikasi bangunan Serdam Raya Residence yang diiklankan di fanspage-nya.
Spesifikasi bangunan Serdam Raya Residence yang diiklankan di fanspage-nya.

Netizen.media – Sejak 2018 hingga sekarang, para penghuni rumah subsidi di Serdam Raya Residence sudah berulang kali melaporkan kerusakan rumah yang dibangun PT Teja Kusuma Jaya tersebut ke BTN.

Koordinator konsumen Serdam Raya Residense, Benny Putra Ramadhani belum lama ini melayangkan somasi ke developer PT Teja Kusuma Jaya.

“Hak-hak kami sebagai konsumen perumahan Serdam Raya Residense belum dipenuhi developer,” kata Benny kepada Netizen.media, Kamis (30/05/2019).

Menurutnya, developer telah lalai melaksanakan kewajibannya sebagaimana yang temaktub dalam perjanjian jual-beli, brosur maupun lisan meliputi spesifikasi bangunan, fasilitas perumahan dan proses legalitas serta dokumen pendukung.

Penghuni Serdam Raya Residence Merasa Ditipu Developer

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan PT Teja Kusuma Jaya, kata Benny, sangat nyata merugikan konsumen, baik materil maupun immateril.

“Kerugiannya disebabkan pembangunan rumah subsidi itu tidak sesuai spesifikasi teknis standard bangunan perumahan,” ujar Benny.

Adapun kerusakan rumah tersebut, rinci Benny, berupa pondasi yang turun sehingga menyebabkan rumah dan lantai miring, dinding retak, air hujan merembes, dan banjir.

Segala bentuk negosiasi dengan pihak developer, lanjut Benny, sudah dilakukan konsumen yang merasa dirugikan, namun tidak membuahkan hasil.

Sehingga konsumen mengajukan somasi ke PT Teja Kusuma Jaya dan menembuskannya ke BTN. “Kami ingin developer mengerjakan bangunan rumah sesuai dengan spesifikasi teknis standard sebagaimana dalam brosur atau iklan yang disebarkannya,” tegas Benny.

PT Teja Kusuma Bantah Dikatakan Lepas Tangan, Ini Penjelasannya

Jika somasi itu tidak kunjung ditindaklanjuti, kata Benny, maka konsumen Serdam Raya Residense akan menempuh jalur hukum untuk mendapatkan hak-haknya.

“Prosedur hukum yang berlaku akan kita tempuh. Karena empat kali sudah bolak balik ke BTN, ditambah mengantarkan tembusan somasi ini, berarti sudah lima kali. Kalau ke PT Teja Kusuma Jaya sudah sangat banyak, tetapi ya begitu, tanggung jawab maksimal itu tidak ada,”pungkas Benny.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...