Ani Yudhoyono Dimakamkan di Depan Makam Ainun Habibie

Ani Yudhoyono
Ani Yudhoyono

Netizen.media – Hj Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono, istri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 RI, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta Selatan, di depan makam Ainun Habibie, istri BJ Habibie Presiden ke-3 RI.

Ani Yudhoyono wafat di Singapura pada Sabtu (01/06/2019) pukul 11.50 waktu setempat karena kanker darah. Dibawa pulang ke tanah air untuk dimakamkan di TMP Kalibata, Minggu (02/06/2019).

Ternyata, sebelum berjuang melawan kanker darah, Ani Yudhoyono sudah menjalani empat kali opname di rumah sakit, ketika menjadi ibu negara selama 10 tahun. Dua di antaranya sampai operasi.

Hal ini diceritakan Ani Yudhoyono melalui buku yang ditulisnya sendiri, berjudul ’10 Tahun Perjalanan Hati’. Di dalamnya disebutkan bagaimana ia jatuh sakit sampai hari operasi selama mendampingi SBY memimpin negara.

“Sebelum menjadi ibu negara, saya tak pernah diopname. Tapi ketika menjadi ibu negara, saya sempat empat kali diopname, dua di antaranya cukup parah karena harus menjalani operasi,” tulis Ani Yudhoyono dalam bukunya itu.

Bulan-bulan awal menjadi ibu negara menjadi momen yang paling berat bagi Ani Yudhoyono. Sebab, ia dihadapkan pad sederet aktivitas padat yang menyita waktunya. Tubuhnya dipacu untuk tetap sehat bugar supaya tetap bisa beraktivitas.

Namun, Ani Yudhoyono akhirnya harus menyerah juga. Ia tidak berdaya dirawat di RSPAD Gatot Subroto selama 3 hari pada Januari 2005, sepulang menjenguk korban bencana alam di Alor dan Nabire.

Setelah sembuh, Ani Yudhoyono bertekad untuk lebih fokus menjaga kondisi kesehatan supaya tidak mengganggu aktivitasnya sebagai Ibu Negara. Selama beberapa tahun berikutnya, ia mampu menyesuaikan diri.

Pada awal 2012, Ani Yudhoyono diserang sakit perut hebat. Semula tidak dihiraukannya. Namun, lama kelamaan, sakit yang dirasa semakin menguat hingga tidak kuasa menahannya.

Saat diperiksa Tim Dokter RS PMI Bogor, ditemukan masalah dalam empedu Ani Yudhoyono. Ia pun menjalani PET Scan RS Pluit Jakarta.

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, ditemui batu kecil dan tajam yang banyak di dalam kantong empedu Ani Yudhoyono. Sehingga diharuskan menjalani operasi pengangkatan empedu secepatnya.

“Saya agak panik. Saya tahu ada jadwal kunjungan SBY ke Tiongkok tak lama lagi dan saya diwajibkan ikut. SBY membesarkan hati saya. Saya akhirnya siap (menjalani operasi),” ungkap Ani Yudhoyono.

Operasi yang dilakukan pada 16 Maret 2012 itu pun berjalan lancar. Kantong empedu Ani Yudhoyono telah diangkat. Ia terkejut saat menyaksikan sendiri begitu banyak batu di dalam empedu yang menjadi penyebab sakit perut hebat yang dialaminya.

Namun, sakit yang dialami Ani Yudhoyono belum usai. Ia juga mengalami frozen shoulder atau kaku pada bagian lengan atas, sehingga tidak mampu mengangkat tangan.

Setelah melalui pemeriksaan, Ani Yudhoyono mengalami saraf terjepit di posisi C4-5 atau cervical 4 dan 5. Ia pun direkomendasikan untum menjalani operasi bedah saraf di Allegheny General Hospital, Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat.

“Operasi kecil yang sangat sulit karena risikonya besar. Saya berangkat ke Pittsburgh pada Juni 2012. Saya didampingi Ibas, dr Aris, Yulia Ekayanti dan beberapa staf,” papar Ani Yudhoyono.

Operasi berjalan lancar. Beberapa jam setelah operasi, Ani Yudhoyono sudah mampu mengangkat tangannya. Ia langsung berdandan dan mengenakan pakaian rapi untuk mendampingi SBY berkunjung ke Los Cabos, Meksiko.

Kendati beberapa kali harus dirawat karena sakit, kemudian berjuang melawan kanker darah sejak awal 2019, Ani Yudhoyono tetap selalu tersenyum.

Ia mengembuskan nafas terakhirnya di RS Singapura. Jenazahnya dibawa ke Indonesia menggunakan pesawat Hercules pada Sabtu malam.

Setibanya di Bandara Halim Perdaba Kusuma, jenazah Ani Yudhoyono dibawa ke rumah duka di Cikeas, Jawa Barat. Disalatkan kerabat dan tamu pada Minggu (02/06/2019) siang.

Upacara persemayaman jenazah Ani Yudhoyono di Pendopo Cikeas, dipimpin Ketua DPR-RI. Setelah itu, jenazah dibawa ke TMP Kalibata untuk dimakamkan.

Adapun rutenya dari rumah duka Puri Cikeas-Jalan Alternatif Trans Yogi Cibubur-Masuk Pintu Gerbang Tol Cibubur arah Jakarta-Jalan Tol Jagorawi-Cawang-Tol Dalam Kota-Keluar Pintu Tol Pasar Minggu Pancoran-Jalan Raya Pasar Minggu-TMP Kalibata.

Jenazah Ani Yudhoyono dimakamkan secara militer dengan inspektur upacara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Berita Terkait

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.