Kementerian P3A: PLAT Pontianak Harus Perbaiki Sistem

Deputi Perlindungan Anak, Nahar meninjau PLAT Pontianak
Deputi Perlindungan Anak, Nahar meninjau PLAT Pontianak, Selasa, 30 Juli 2019. Foto: Dwi Suprihadi/Netizen.media

Netizen.media – Kasus perkelahian yang mengakibatkan seorang anak di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) meninggal dunia, menyita perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Deputi Perlindungan Anak, Nahar bersama tim kementerian lantas meninjau lokasi kejadian di PLAT Pontianak, Jalan Ampera, Pontianak Kota, Selasa (30/07/2019).

Nahar mengatakan, kasus pembunuhan tersebut menjadi persoalan yang serius dan menyita banyak perhatian publik. Oleh sebab itu, kementerian harus meninjau lokasi kejadian untuk mendapatkan informasi lebih mendalam.

“PLAT merupakan salah satu instrumen sistem peradilan pidana anak yang bertujuan untuk membina dan merehabilitasi Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH). Kategori tindak pidana ringan ancaman hukuman dibawah 7 tahun,” jelas Nahar.

Ia melanjutkan, proses tersebut juga harus melalui tahapan yang dibuat. Seperti adanya tahapan assesment.

Nahar berpandangan, pada kasus ini terdapat kesalahan dalam proses rehabilitasi anak-anak. “Ternyata, tahapan assesment tidak dilakukan oleh pihak Dinsos. Sehingga, korban yang memiliki cacat fisik, tidak dipisahkan dengan penghuni yang berstatus ABH,” urai Nahar.

Ia menyebut, sistem yang diterapkan di PLAT Pontianak salah. “Seharusnya dilakukan assesment terlebih dahulu di Dinsos. Setelah itu, baru bisa dilakukan rehabilitasi. Itupun harus dipisah, antara ABH yang membutuhkan perlakuan khusus dengan yang tidak,” tegasnya.

Nahar mengingatkan, supaya pihak terkait memperbaiki sistem. “Sistem perlu diperbaiki. Supaya tidak terjadi lagi kasus serupa,” demikian Nahar.

Berita Terkait

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.