Abdul Rahmi: Masa depan Indonesia ada di Pundak Pemuda!

Drs Abdul Rahmi bersama narasumber sosialisasi 4 Pilar di UMP
Drs Abdul Rahmi bersama narasumber dan peserta sosialisasi 4 Pilar di UMP, Kamis, 1 Agustus 2019. Foto: Naluri Suprimariyanto/Netizen.media

Netizen.media – Anggota MPR RI 2014-2019, Drs H Abdul Rahmi berpandangan, semangat Pancasila dan UUD 1945 mulai menghilang dan kurang ‘diminati’ pemuda-pemudi Indonesia.

“Generasi milenial adalah generasi yang kreatif dan berwawasan luas. Namun kebanyakan mereka jarang menunjukan jiwa nasionalisme,” sebut Abdul Rahmi tatkala menyosialisasikan 4 Pilar Negara terkait Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, Kamis (01/08/2019).

Sosialisasi 4 Pilar itu diadakan bersama Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pontianak di Aula Lantai 3, Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Abdul Rahmi berpendapat, feminisme dan komunisme telah menyebar dan merasuki serta mempengaruhi pemikiran anak bangsa saat ini. Padahal, ideologi tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai dasar negara.

Ia menambahkan, posisi Pancasila dan UUD 1945 setakat ini juga terbilang rawan. Lantaran, Pemilihan Umum beberapa waktu lalu. Masyarakat seolah terbagi dua kubu.

“Harapan saya ke depan, semangat kebangsaan di anak-anak muda terus mengalir. Mereka juga harus menularkan aura positif ini kepada orang sekitarnya,” harap Abdul Rahmi.

Mantan Guru SMA Muhammadiyah ini juga berpesan, supaya generasi muda lebih pandai mencermati serta memfilter perkembangan global. Yang sepanjang ini, terkesan cukup banyak memberi warna negatif.

“Masa depan Indonesia berada di pundak generasi muda saat ini,” tegas Abdul Rahmi.

Sementara itu, Ketua MPK PD Muhammadiyah, Uray Amin berpandangan, generasi milenial Indonesia merupakan generasi paling bobrok lantaran minim kepedulian dan kurang peka terhadap keadaan sekitar.

“Nilai Pancasila dan UUD 1945 seolah menjadi asing bagi generasi muda. Hal ini dapat terlihat dari tayangan media cetak, elektronik maupun sosial. Sudah jarang sekali menampilkan tayangan bersifat kebangsaan,” kritik Amin.

Laporan : Naluri Suprimariyanto

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...