Teknokrat Hebat itu Telah Tiada

Bendera Setengah Tiang Selama 3 Hari

BJ Habibie, Presiden RI Ketiga meninggal dunia, Rabu (11/09/2019)
BJ Habibie, Presiden RI Ketiga meninggal dunia, Rabu (11/09/2019). foto: dokumen ICMI

Netizen.media. Innalillaahi wainnailayhi rooji’uun… Setelah dirawat selama 11 hari di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Presiden RI ketiga Prof Dr Ing H Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng meninggal dunia dalam usia 83 tahun, Rabu (11/09/2019) pukul 18.05.

Almarhum yang selama hidupnya dikenal sebagai sosok yang cerdas dan religius ini, akhirnya menyusul kepergian istri yang sangat dicintainya, Hasri Ainun Habibie yang meninggal pada Mei 2010 lalu. BJ Habibie sempat ditangani tim dokter spesialis berjumlah 44 orang dari berbagai bidang yakni spesialis jantung, spesialis penyakit dalam, dan ginjal.

Sejumlah tokoh nasional, sahabat dan berbagai kalangan berdatangan ke RSPAD Gatot Soebroto untuk menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga dan handai taulan almarhum. BJ Habibie merupakan orang yang sangat bijak dan mendapat predikat sebagai Bapak Teknologi RI lantaran berhasil menoreh banyak prestasi dan karya nyata.

Satu diantaranya adalah pesawat terbang Nurtanio dan sempat berganti nama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang menjadi kebanggaan produksi anak bangsa. Keilmuan BJ Habibie memang pada konstruksi pesawat terbang yang dipelajarinya sejak 1955 di RWTH Aachen University Jerman Barat. Di tangannya pula digarap industri stategis Indonesia seperti PAL, PINDAD, dan INTI.

Pengabdiannya kepada negara yakni pernah menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) RI selama 20 tahun hingga 1998. Kemudian menjadi Wakil Presiden dan menjabat presiden setelah Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998. Pemerintah Indonesia melalui Menteri Sekretaris Negara langsung mengeluarkan surat Nomor B-1010/M.Sesneg/Set/TU.00/09/2019, isinya berupa instruksi agar seluruh warga Indonesia, lembaga dan perkantoran mengibarkan bendera setengah tiang dan menyatakan Hari Berkabung Nasional selama 3 hari.

“Untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada putra terbaik bangsa bapak BJ Habibie yang telah wafat agar mengibarkan Bendera Negera setengah tiang,” demikian bunyi surat yang ditandatangani Pratikno, Menteri Sekretaris Negara sebagai penghormatan kepada Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 dengan IQ 200 mengalahkan Albert Einsten ini. BJ Habibie telah tiada. Doa kami Rakyat Indonesia untukmu, selamat jalan…

 

Berita Terkait

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.