Seruan Terbuka Respons Tragedi Wamena

Enam Tawaran Solusi

Warga mengabadikan kepulan asap dari bangunan yang dibakar massa rusuh Wamena. Foto: Dok Netizen.media
Warga mengabadikan kepulan asap dari bangunan yang dibakar massa rusuh Wamena. Foto: Dok Netizen.media

Netizen.media – Keprihatinan yang mendalam atas peristiwa kemanusiaan di Wamena Tanah Papua, ditunjukan para pegiat sosial dan lingkungan hidup. Sebanyak 123 orang menandatangani seruan terbuka, Selasa (01/10/2019).

“Saya mengajak kawan-kawan membuat gerakan ini karena khawatir ini menjadi preseden buruk bagi daerah lainnya,” kata M. Hermayani Putera, salahseorang inisiator seruan terbuka.

Tragedi di Papua, khususnya di Wamena, pasca kerusuhan yang memicu konflik sosial mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dari pihak yang terimbas konflik. Bahkan memaksa ribuan orang yang tak berdosa untuk mengungsi dan dievakuasi.

“Kami menyatakan kesedihan, keprihatinan, dan duka cita yang sangat mendalam, serta mengharapkan adanya penyelesaian yang tuntas dan damai agar keadaan di Bumi Papua pulih kembali secara keseluruhan,” ujar Hermayani

Seruan bertajuk “Untuk perdamaian abadi di Wamena dan Bumi Papua” ini didasari para penandatangan petisi yang mayoritas berpengalaman bekerja dari Aceh hingga Papua, dari Sulawesi Utara hingga Nusa Tenggara. ntuk menciptakan suasana yang damai di seluruh aspek kehidupan di Papua.

Landasan lainnya, beranjak dari kesadaran sepenuhnya bahwa suasana tenang, rukun, harmonis, dan damai adalah prasyarat kunci bagi upaya pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di dalamnya pengelolaan dan pelestarian budaya dan alam Indonesia yang sangat beranekaragam dan kaya.

Selain itu, kedamaian dan keadilan berbasis pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan hidup dan kearifan budaya suatu wilayah masyarakat, adalah syarat mewujudkan agenda pembangunan menuju kesejahteraan, kebahagiaan, dan kemakmuran yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan semangat tujuan Negara Indonesia didirikan sebagaimana tertuang di dalam Pembukaan UUD 1945.

Berikut ini seruan yang meliputi 6 point antaralain:

Pertama, mendorong dilakukannya dialog yang komprehensif dan tuntas antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, agama, dan pembangunan. Selanjutnya, menggunakan hasil dialog yang disepakati guna merancang aksi-aksi dalam membangun kembali perdamaian dan kondisi yang kondusif untuk bersama di Bumi Papua.

Kedua, mendesak Pemerintah Daerah untuk dapat memastikan terselenggaranya layanan dasar bagi masyarakat, baik di kota, kota kecamatan, maupun kampung-kampung, secara berkesinambungan, yang meliputi namun tidak terbatas kepada: layanan pemerintahan, layanan keamanan, layanan transportasi, layanan pendidikan, dan layanan kesehatan yang baik. Kehadiran Pemerintah Daerah dengan layanan dasar tersebut adalah perwujudan keadilan sosial bagi seluruh warga agar secara nyata dapat merasakan dan menikmati hasil pembangunan di Bumi Papua.

Ketiga, meminta Pemerintah, aparat TNI/Polri, dan Pemerintah Daerah untuk terus-menerus menghadirkan rasa aman dan damai secara merata, meliputi, dan dirasakan oleh seluruh masyarakat di Bumi Papua.

Keempat, mengajak seluruh elemen Bangsa Indonesia untuk terus proaktif dan menyampaikan pesan positif yang mendorong agar situasi di Bumi Papua, khususnya Wamena, segera pulih dan normal kembali.

Kelima, menghimbau seluruh elemen Bangsa Indonesia, terutama media arus utama maupun media sosial dan penggunanya, agar peka dan arif dalam menyampaikan pesan perdamaian, berdasarkan fakta/informasi/data yang akurat dan secara cermat sehingga konflik sosial yang terjadi di Bumi Papua bisa diminimalisir, dilokalisir, dan dapat segera dicari solusinya.

Keenam, mengajak seluruh elemen Bangsa Indonesia untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang sekarang berada di pengungsian pasca kerusuhan di Wamena dengan memberikan bantuan kemanusiaan, seperti makanan, obat-obatan, pakaian, serta barang-barang keperluan, khususnya bagi anak-anak dan perempuan. Bantuan dapat disalurkan ke lokasi bekerja sama dengan berbagai lembaga filantropi yang sudah membuka posko aksi kemanusiaan di Wamena.

Nara hubung:
Ari Mochammad, 08118819099
Lie Tangkepayung, 081344050098
M. Hermayani Putera, 0811578287
Verena Puspawardani, 081398272690

Para penandatangan Seruan Terbuka:

Ari Mochamad
Nana Firman
Retno Setiyaningrum
M. Hermayani Putera
Mohammad Suhud
Timer Manurung
Lita Mucharom
Lie Tangkepayung
Fini Lovita
Nur Amalia
Erwin Widodo
Tri Agung Rooswiadji
Nazla Mariza
Marius Gunawan
Rudi Zapariza
Ida Bagus Wedastra
Fathi Hanif
Dedi Hariri
Doni Prihatna
Togu Manurung
Fazrin Rahmadani
Arnold Sitompul
Devis Rachmawan
Baskoro Wardhono
Nina Nuraisyah
Tricia Wardhani
Darmawan Liswanto
Hendri Ziasmono
Ambang Wijaya
Yuyun Kurniawan
Ian Hilman
Martin Hardiono
Lya Anggraini
Arif Budiman
Mila Nuh
Jeilan Hamrianto
Chandra Kirana
Rosidi
Verena Puspawardani
Salman N. Bachtiar
Putra Agung
Roni Wang
Aris Arianto
Ihwan Rafina
Wiro Wirandi
Barita O. Manulang
Aulia Rahman
Taswin Munier
Sri Mariati
Nancy Ariaini
Arum Satya Sari
Andjar Rafiastanto
Rudi Syaf
Utari Darmastuti
A. Habibi
Halim Muda Rizal
Adrian Damora
Dendi Satria Buana
Michael Padmanaba
Wishnu Sukmantoro
Surjono
Dwi Munthaha
Hermawansyah
Syafredo
Riko Kurniawan
Hendrik Segah
Andi Fachrizal
Dessy Ratnasari
Amsurya Warman Amsa
M. Syukur
Adri Aliayub
Andre Crespo
Nurul Qomar
Williana Wankay
Reny Hidjazi
Neny Legawati
Agus Sutomo
Indra Ajalah
Sukianto Lusli
Agus Juli Purwanto
Robi Royana
Thomas Irawan Sihombing
Imelda Liliyanti
Tri Fajar Marhaeni Dewi
Herculana Ersinta
Deasy Srishantika
Fitriyani
Elshinta Suyoso-Marsden
Rossy Hardiningsih
Utie Utami
Ireng Maulana
Umi Lasminah
Albertus Tjiu
Sugardjito
Wini Dewi Aliani
Yennyta Gusman
Yahya Achmad
Ita Natalia
Nora Ekawani
Zamira Lubis
Nurul Meutia
Teresia Prahesti
Sumiati
Des Fitrina
Abroorza A. Yusra
Mamik Hartami
Syahirsyah
Maya Bellina
Supia Kusmina
Rini Astuti
Nani Zulminarni
Nurcahyo Adi
Tengku Rivanda Ansori
Arif Data Kusuma
Ermayanti
Anggita Vela Lydia
Muhammad Ikhsan
Indah Setyawati
Muhammad Syamsuri
Muhammad Munawir
Laili Khairnur
Dita Ramadhani
Agus Efensius

Berita Terkait

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.