115 Sekolah di Kapuas Hulu Terima BOS Afirmasi dan Kinerja

Laporan : Andre

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi memberi sambutan saat Sosialisasi Permendikbud Nomor 31 Tahun 2019 di Aula Bank Kalbar Putussibau.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi memberi sambutan saat Sosialisasi Permendikbud Nomor 31 Tahun 2019 di Aula Bank Kalbar Putussibau, Selasa (15/10/2019). Foto: Andre/Netizenmedia

Netizen.media – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kapuas Hulu melaksanakan Sosialisasi Permendikbud Nomor 31 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah dan Bantuan Operasional Sekolah Kinera di Aula Bank Kalbar Putussibau, Selasa (15/10/2019).

Kepala Disdikbud Kabupaten Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi menyampaikan, BOS Afirmasi dan Kinerja tersebut diperuntukan untuk Tahun 2019 ini.

“Bantuan ini untuk mengakses rumah belajar. Karena ada sistem yang sudah dibangun Kemendikbud untuk anak-anak kita dalam menerima sistem pembelajaraan berbasis IT,” kata Kusnadi.

Seyogianya, kata Kusnadi, bantuan tersebut masuk ke batang tubuh APBD Murni Kapuas Hulu Tahun Anggaran 2019. Namun karena APBD sudah ditetapkan, maka Kementerian mencari jalan keluar supaya bisa disalurkan. Solusinya melalui regulasi Peraturan Bupati dalam penjabaran APBD dan APBDP.

Bos Afirmasi dan Kinerja ini diterima sekitar 115 Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) seantero Kapuas Hulu. Kusnadi mengingatkan, tugas kepala sekolah dan operator selanjutnya membelanjakan seluruh dana bantuan itu melalui Sistem Pengadaan Sekolah (Siplah).

“Nanti akan disosialisasikan secara total. Karena BOS yang diberikan semua ditentukan oleh Kementerian. Tidak dibenarkan belanja secara manual, tapi online melalui Siplah. Itemnya juga sudah ditentukan Kementerian,” jelas Kusnadi.

Menurut Kusnadi, seluruh dana bantuan tidak boleh tersisa. Termasuk aset yang dibelanjakan harus tercatat.

“Yang penting kita sudah berbasis teknologi. Mungkin ini untuk mengatasi kekurangan guru sekitar 1.700 yang sulit kita penuhi. Mudah-mudahan melalui sistem yang sudah dibangun Kementerian Pendidikan, bisa menjadi media belajar yang efektif,” harapnya.

Berita Terkait

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.