Proyek Reklamasi Pantai Sinka Zoo Disebut Ilegal

Laporan : Dely Purwadi

Lokasi reklamasi Pantai Sinka Zoo. Foto: Dely Purwadi
Lokasi reklamasi Pantai Sinka Zoo. Foto: Dely Purwadi/Netizenmedia

Netizen.media – Forum Komunitas Hijau Kota Singkawang menduga, aktivitas proyek reklamasi, penimbunan untuk perluasan bibir pantai di kawasan wisata Sinka Zoo, Kelurahan Sedau, Singkawang Selatan, tidak memiliki izin alias ilegal.

“Kami meyakini dan menduga pembangunan reklamasi itu ilegal. Dan sudah melabrak aturan karena tidak mengantongi izin dari Dinas terkait,” tegas Ketua Komunitas Hijau Kota Singkawang, Al Fajri, Jumat (25/10/2019).

Kepada Jurnalis Netizen.media, Fajri mengatakan, belum bisa memperkirakan berapa luas proyek reklamasi itu. Tetapi, aktivitas penimbunan untuk perluasan bibir pantai hingga detik ini masih saja terjadi.

Fajri menegaskan, Pemerintah Kota Singkawang dan penegak hukum jangan menutup mata ihwal keberadaan proyek liar tersebut. Harusnya, pihak berwenang segera turun tangan melakukan investigasi di lapangan.

Apabila aktivitas proyek itu tidak memiliki izin, Fajri meminta Pemerintah Kota Singkawang dan penegak hukum segera melakukan penindakan tegas terhadap oknum pengusaha, sesuai dengan Peraturan Undang-undang yang berlaku.

“Kami berharap, permasalahan ini bisa dijadikan sebagai perhatian dan atensi bersama. Karena jelas, sudah melanggar aturan. Di sisi lain akan berdampak pada rusaknya lingkungan ekosistem biodata laut di sekitar pantai tersebut,” lugas Fajri.

Ia mengaku, Komunitas Hijau Kota Singkawang sudah mengantongi sejumlah data investigasi dan penyelidikan tentang keberadaan aktivitas reklamasi tersebut.

Menurutnya, siap pun boleh untuk berinvestasi dan melakukan pengembangan di Kota Singkawang. Dengan catatan, harus sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Kami disini tidak asal menuding. Sebelumnya kami juga sudah ke lapangan cek lokasi dan mengumpulkan beberapa informasi pernyataan dari masyarakat sekitar. Hingga sampai mencari tahu tentang legalitas izin kegiatan reklamasi tersebut,” tutup Fajri.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...