Jembatan Tebas Roboh, Segera Investigasi Forensik

Kondisi jembatan Tebas Sungai-Sebindang pasca roboh. foto: Netizen media
Kondisi jembatan Tebas Sungai-Sebindang pasca roboh. foto: Netizen media

Robohnya Jembatan Tebas Sungai-Sebindang, Minggu (22/12) dalam pengerjaan progres 90 persen, mendapat sorotan banyak pihak. Gubernur didesak untuk memerintahkan dilakukannya investigasi forensik.

“Yang kami tahu, untuk mengetahui penyebab jembatan roboh harus melalui kajian atau analisa kegagalan konstruksi. Jadi jangan cepat disimpulkan force majeur dan lain-lain,” kata Jhoni Sr, Koordinator Aliansi Pergerakan Pemuda Islam (APPI) Kalbar, Selasa (24/12/2019).

Menurut Jhoni, jika dilakukan kajian maka tidak ada yang saling lempar tanggungjawab antara pelaksana, pihak yang mendesain atau konsultan perencana dan pihak pemprov dalam hal ini satuan kerja yang menangani.

“Semua pihak terkait harus bertanggung jawab mulai dari pelaksana CV. Duta Parma hingga Pemprov. Gubernur jangan tutup mata karena dana pemerintah yang dipakai cukup besar mencapai Rp 4,03 Miliar,” kata Jhoni yang juga fungsionaris Pemuda Pancasila ini.

Jhoni merasa kecewa dengan pernyataan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalbar, Sukri di beberapa media yang terlalu cepat menyimpulkan penyebab robohnya jembatan tersebut akibat faktor alam dan pergeseran tanah timbunan.

“Apakah sudah dicek pondasinya, apakah sudah sesuai dengan yang direncanakan. Bagaimana kedalaman tiang pancangnya, apakah sesuai dengan hasil sondir yang mensyaratkan kedalaman tiang pancang,” ujarnya seraya menyebutkan banyak faktor.

Dari beberapa literatur, kata Jhoni, perlu dikaji juga analisa struktur atau komponen sehingga diketahui penyebab kegagalan konstruksi jembatan. Bisa saja ada kesalahan dalam pemakaian material, kesalahan perakitan, cacat produk atau malah kesalahan pemilihan bahan, dan ketidaksempurnaan dari penyebab gangguan lingkungan.

“Jangan sampai terkesan adanya saling melindungi antar pihak terkait karena ada kepentingan. Makanya perlu diaudit forensik agar hasilnya objektif. Kami memang bukan ahli di bidang ini, tetapi mempunyai hak publik untuk turut serta memantau,” tegas dia.

Robohnya jembatan di Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas ini memang sudah banyak disebar warga melalui video di jejaring sosial media dan WhatsApp. Jembatan sudah ambruk saat hampir selesai dikerjakan dan belum digunakan karena masih dalam tahap kontrak pengerjaan.

Jembatan diketahui dibangun menggunakan anggaran APBD Provinsi Kalbar Tahun Anggaran 2019 melalui lelang, dimenangkan CV. Duta Parma dengan Konsultan Supervisi PT. Tritunggal Rekayasa Khatulistiwa. (*)

 

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...