Suap Proyek Rp75,4 M Sidoarjo, Enam Tersangka Ditangkap

 

Jumpa pers KPK usai menangkap Bupati Sidoarjo dan anakbuahnya, Selasa (07/01/2020)
Jumpa pers KPK usai menangkap Bupati Sidoarjo dan anakbuahnya, Selasa (07/01/2020). Foto: dok KPK

Jakarta-Netizen.media. Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK) menetapkan enam orang tersangka dari 11 orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (07/01/2020).

OTT tersebt terkait dugaan suap empat proyek pengadaan proyek infrastruktur senilai Rp75,4 Miliar di Kabupaten Sidoarjo. Enam tersangka berasal dari penyelenggara negara di Kabupaten Sidoarjo dan pihak swasta.

Sebagai penerima, 4 orang sebagai tersangka yakni SFI (Bupati Sidoarjo 2010-2015 dan 2016-2021), SST (Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo), JTE (Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo), dan SSA (Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan).

Sedangkan sebagai pemberi, KPK menetapkan dua pihak swasta sebagai tersangka yakni IGR dan TSM.

Empat proyek yang diperoleh IGR adalah Proyek Pembangunan Wisma Atlet senilai Rp13,4 miliar, Proyek pembangunan Pasar Porong Rp17,5 miliar, Proyek Jalan Candi-Prasung senilai Rp21,5 miliar, dan Proyek peningkatan Afv. Karag Pucang Desa Pagerwojo Kecamatan Buduran senilai Rp5,5 miliar.

Sebagai penerima para tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pemberi, para tersangka disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Para pemberi diduga memberi sejumlah imbalan untuk para penerima terkait dengan peroleh proyek pada tahun 2019. IGR adalah seorang komisaris utama dari beberapa perusahaan yang memenangkan 4 proyek di Kabupaten Sidoarjo.

Sebelum terjaring OTT, IGR dan TSM telah memberikan sejumlah imbalan kepada beberapa pihak. IGR diduga menyerahkan fee proyek kepada SSI, Bupati Sidoarjo sebesar Rp350 juta dalam tas ransel melalui B, ajudan bupati di rumah dinas Bupati. (rilis KPK)

Berita Terkait

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.