Penghianat Demokrasi Ditangkap KPK

Jumpa Pers KPK setelah penetapan empat tersangka suap PAW anggota Dewan, Kamis malam (09/01/2020). Foto: Netizen.media
Jumpa Pers KPK setelah penetapan empat tersangka suap PAW anggota Dewan, Kamis malam (09/01/2020). Foto: Netizen.media

Jakarta-Netizen.media. Suap yang diterima komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan dari Caleg PDIP, Harun Masiku merupakan penghianatan terhadap proses demokrasi.

Demikian dijelaskan Lili Pintauli Siregar, Wakil Ketua KPK dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis malam (09/01/2020).

Suap ratusan juta rupiah itu terkait penetapan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024, Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Wahyu menerima suap dari tersangka caleg PDIP, Harun Masiku.

“KPK sangat menyesalkan adanya penerimaan hadiah atau janji oleh salah satu Komisioner KPU-RI,” kata Lili.

Menurut Lili, persekongkolan antara oknum penyelenggara pemilu dengan politisi dapat disebut pengkhianatan terhadap proses demokrasi yang telah dibangun dengan susah payah dan biaya yang sangat mahal.

Dalam jumpa pers penetapan tersangka itu , KPK mengajak KPU yang dihadiri ketuanya, Arief Budiman. Dua orang lainnya yang dijadikan tersangka adalah Agustiani Tio Fridelina, mantan anggota Bawaslu yang juga orang kepercayaan Wahyu dan Saeful dari pihak swasta.

Lili menyatakan sumber dana yang saat ini tengah didalami adalah yang Rp400 juta. Uang tersebut ditujukan menyuap Wahyu Setiawan melalui perantara. Wahyu menerima uang dari ATF sebesar Rp200 juta di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

Sebelumnya, pada akhir Desember 2019, penyerahan Rp850 juta yang ditujukan untuk beberapa pihak. Dari jumlah tersebut, Rp400 juta diberikan kepada Wahyu.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...