Kami Pamit, Terima Kasih Pembaca

Netizen Media Tutup
Netizen Media Tutup

Setelah lebih dari dua tahun terbit, memberi informasi dan menyampaikan berita melalui internet, Netizendotmedia harus pamit dan undur diri. Terima kasih kepada pembaca di seluruh belahan dunia. Hari-hari kemarin, kita terasa dekat bahkan tak berjarak. Seperti jari dan touchscreen (layar sentuh).

Netizendotmedia yang lahir pada Oktober 2017 mengusung semangat ‘Dunia di Jari Anda’. Artinya, semua orang bisa mendapat, membaca berita di mana dan kapan saja. Tidak terbatas ruang dan waktu. Cukup menggerakan jari jemari saja.

Kelahiran Media Online Netizen dibidani lima wartawan di Pontianak. Waktu itu, kelimanya masih aktif sebagai wartawan media cetak. Hingga suatu ketika di gedung itu, muncul ide dan gagasan untuk mendirikan media online.

Kelima wartawan itu berpendapat, media cetak lambat laun akan ‘mati’. Prediksi tepat: dua tahun kemudian, media cetak, tempat kelima wartawan itu bekerja, tutup. Menyetop penerbitannya.

Hari ini, giliran Netizendotmedia yang menarik diri. Ini akibat gagalnya program bisnis. Karena pemodal yang tidak komit. ‘Mentelantarkan’ para anak muda yang bercita-cita untuk berkembang dan maju. Akhirnya mereka ibarat ayam kehilangan induk.

Meski begitu, lima wartawan ini tidak mau menyerah. Mereka bertahan, berusaha menghidupkan perusahaan. “Kita belum patah, tapi hanya bengkok,” kata seorang wartawan Netizen yang ahli di bidang hukum dan kriminal.

Akibat pemodal yang tidak komitmen. Business Plan atau rencana bisnis perusahaan tidak berjalan di rel-nya. Perusahaan krisis. Dana operasional tidak ada. Sementara usaha harus tetap berjalan.

Dana produksi pun demikian. Menyedihkan. Perusahaan diambang kebangkrutan! Benar-benar bikin galau. Perusahaan baru hidup enam bulan. Sudah ‘dipaksa’ mandiri. Rasa-rasanya mustahil. Ibarat bayi yang baru lahir disuruh mencari susu dan makan sendiri. Apakah mungkin?

Diatas kertas, pemodal hanya mampu menyediakan enam bulan operasional dan produksi. Secara tersirat, pemodal berkata, enam bulan berikutnya dibantu dengan cara lain. Sehingga total bantuan semestinya setahun. Tapi, apa dikata, janji hanyalah janji. Enam bulan berikutnya pemilik ‘matikan diri’.

Tak mau ambil risiko ambruk, Direktur Netizen putuskan untuk tetap beroperasi dan produksi. Dananya, diusahakan dari pendapatan iklan dan kerjasama. Setiap usaha, pasti ada hasilnya.

Alhamdulillah, setelah enam bulan pertama. Satu tahun enam bulan berikutnya, Netizendotmedia bisa bertahan hidup.

Perusahaan mampu membayar gaji para wartawannya. Termasuk tenaga staf-nya. Perusahaan tidak jadi ‘mati dini’. Bertahan hingga lebih dua tahun lamanya.

Pemilik Netizen seperti tidak mau tahu. Mau hidup terserah. Mati pun terserah. Ia pun menghilang. Bak ditelan bumi. Meninggalkan para anak-anak asuhnya. Biarpun begitu, awak Netizen tetap bekerja sepenuh hati.

Dalam hati dan pikiran kami, awak Netizen, biarlah pemilik yang tidak komitmen. Kami jangan sampai. Kami harus bekerja dan berusaha sekuat tenaga. Namun, kami awak Netizen, yang masih balita ini-harus ‘tewas’ di medan perjuangan.

Bukan tidak mampu bertahan hidup. Tapi induk yang mestinya melindungi. Tega dan sampai hati meninggalkan anak-anaknya. Hingga akhirnya kami mati diterkam ganasnya binatang tak bertulang.

Angin busuk pun terlalu berhembus kencang. Hingga membuat telinga pemilik Netizen menjadi tipis.

 

Salam,

 

Manajemen

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.